Gunung Papandayan

08.06 Unknown 1 Comments

Hmm untuk yang suka mendaki gunung saya kali akan membahas sedikit tentang Gunung Papandayan yang bisa dibilang tempat bagus untuk belajar mendaki. Tidak seperti Gunung Bromo atau Gunung Tangkuban Perahu yang bisa diakses dengan mudah tanpa pendakian berarti, Gunung Papandayan tetap harus didaki dengan persiapan pendakian yang matang. Ini membuat pendaki pemula tetap akan merasakan sensasi persiapan pendakian. Papandayan memang gunung yang bagus untuk belajar mendaki, tapi pembelajaran yang paling bagus dari Papandayan adalah bahwa banyak dari kecantikan alam ciptaan-Nya tersembunyi dengan baik di ketinggian. Dari mulai awal pendakian, para pendaki bakal melihat megahnya kompleks kawah Gunung Papandayan yang dikelilingi tebing-tebing tinggi. Kepulan-kepulan asap dan air belerang yang meletup-letup memperlihatkan seberapa aktif gunung ini. Bau belerang yang menyengat dari arah kawah malah menjadi daya tarik tersendiri.
Pendaki pemula bisa mempelajari itu dari tanjakan demi tanjakan yang dilalui. Tentu tanjakan-tanjakan itu tidak seberat di dua gunung saudaranya, Cikuray dan Guntur, sehingga pendaki pemula bisa memperkirakan seberapa kuat kondisi fisiknya untuk pendakian di gunung yang lain. Selain itu, pendaki pemula juga bisa mulai belajar mengatur penggunaan air minum, mendirikan tenda, memasak dengan alat yang terbatas, mengambil kembali sampah, dan kondisi-kondisi khas pendakian lainnya.
Pos-pos peristirahatan pun cukup nyaman dengan berdirinya beberapa warung warga hingga Gober Hut, setelah sekitar 1,5 jam pendakian. Para pendaki bisa melihat longsoran besar yang dulu memotong jalur utama. Lalu juga melewati sungai kecil yang cantik dengan air pegunungan yang segar. Tempat camp, Pondok Saladah, adalah tempat yang tidak kalah menarik. Disini terdapat luasan yang juga ditumbuhi bunga Eidelweis, dan juga terdapat sumber air yang cukup melimpah. Pondok Saladah menghadap ke bukit yang menjulang indah. Di pagi hari yang cerah, bukit ini terlihat sangat bagus diterpa cahaya mentari.

You Might Also Like

1 komentar: